gambar

Kamis, 17 Mei 2012

A Beautiful Hidden WaterFall in Lombok

Berawal dari Rokomendasi Seorang kawan yg mengajak tuk "Back To Nature" karena kejenuhan atas smua tugas kuliah dan kebiasaan baru kami yaitu game online bertema memancing bernama Go fishing.
Setelah lama merencanakan Journey ini,kawan sy yg jg seorang surfer dan skateboarding itu mengajak ke sebuah air terjun, ya karena dia adalah seorang yg sibuk dng kegiatannya sbg seorang instruktur surfing.

Lalu Saya dan 2 kawan (sang surfer dan seorang pendaki gunung handal) langsung menjajal trek yg lumayan menantang bagi sy (karena sy bisa di bilang jarang tuk melakukan kegiatan seperti ini)
Kami memulai perjalanan dari jalan raya besar mencari jalur trekking menuju air terjun tsb,kira-kira 15 menit berjalan di jalan raya besar,Kami sudah di tantang dng jalur menanjak yg lumayan cukup berat bagi saya.
perjalanan melalui jalur yg masih alami ini memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit tergantung dr kondisi fisik.
Tapi durasi itu sama sekali tak terasa karena kami selangi dengan canda tawa dan memandangi pemandangan ciptaan Sang Maha Kuasa.

Dalam perjalanan kami melawati kira kira 5 rumah penduduk yg berada di daerah pedalaman yg cukup ramah,
dengan di temani selang air dan kabel listrik di sepanjang jalan.
Yang sy salut dari penduduk di sini adalah anak anaknya,walau berada di daerah pedalaman tp masih menyempatkan diri tuk sekedar membaca dan menulis sambil bermain walaupun dng keadaan mereka yg seperti tu.

Setelah waktu berselang kami pun sampai walau sempat kesasar melaui jalur yg memiliki kemiringan cukup curam,sy pun harus meraih beberapa dahan,akar,daun pohon tuk berpegangan.
Ketika sampai,Kami pun Takjub dengan air terjun ini walau airnya agak putih karena habis di guyur hujan.
Keadaan air terjun yg cukup di penuhi batu batu kali besar dan licin jg membuat sy terjatuh beberapa kali,untung Tuhan masih sayang dan melindungi sy.
Satu hal yg lagi yg membuat takjub,kawan sy yg seorang pendaki yg telah menaklukkan Gunung Rinjani malah lngsung memungut sampah plastik yg bnyk berserakan di daerah air terjun.
Ternyata masih ada orang yg peduli dengan alam,perilaku yg harus di contoh sy kira.

Tapi sayang kami tak dapat mandi di air terjun itu,hanya sekedar foto2 saja karena ada rombongan anak anak SMP yg datang dan membuat suasana jdi ramai.
Setelah mengambil beberapa foto,kami pun memutuskan tuk pulang karena cuaca sudah mendung.
Oh ya, Air terjun ini terletak di Kelurahan Guntur Macan,Kecamatan Gunung Sari,Lombok Barat.
Kira kira bisa di tempuh sekitar 20 menit dari daerah Mataram.


 Inilah Penampakan dari Air Terjun Itu :




Bang Arief Sang Pendaki yg membersihkan sampah
Pecinta ALAM penjaga Kebersihan




Foto sebelum pulang

Testing camera Hp

Pose sedikit
Menatap Indahnya air terjun



Next SuperBand



Cukup memberi wajah baru di sana
Panggilan Jiwa sang Pendaki





terlihat cukup narsis jg

Sang Surfer yg juga pecinta alam

Jalur Menuju Air terjun


Petak sawah,teman di perjalanan
Take A Rest !!

Nantikan Trip Selanjutnya >>>>

Minggu, 15 April 2012

Paradise Island Calls Gili Meno

Gili Meno.

Gili Meno, pulau tengah, yang terkecil dari tiga Gili dan itu adalah paling tenang dengan wisatawan lebih sedikit. Sebuah pelarian besar untuk berbulan madu atau seseorang yang ingin pergi dari itu semua.
Fitur khusus pulau adalah danau garam dan tempat menyelam spektakuler seperti, Meno Wall, Sea Point Penyu, dan Point Coral Blue.Pantai di bagian timur pulau ini sangat bagus dan ada snorkling hanya lepas pantai dan lebih ke utara.
Gili Meno memiliki populasi sekitar 300 penduduk setempat. Bagian dalam pulau ini sebagian besar pohon kelapa yang dikelilingi oleh rumput yang disimpan rapi oleh sapi mengunyah malas di tempat teduh. Tidak ada mobil atau sepeda motor di pulau itu, transportasi semua adalah dengan gerobak yang ditarik kuda atau berjalan kaki atau yang biasa  di sebut cidomo. Menyelam itu cukup bagus, apalagi di suguhi oleh pemandangan yg sangat memanjakkan mata yg haus hiburan ini.Peralatan menyelam jg bisa di sewa di sekitar pinggir pantai.
Di Gili Meno, di mana air tawar dikirim dari Lombok, ramah lingkungan praktek tidak pilihan. Ini adalah sebuah kebutuhan.  





Gili Meno Bird Park.
Di pulau Gili Meno, objek wisata baru yang diperkenalkan oleh seorang pengusaha Australia yang tinggal di Bali, dengan ratusan burung tropis berbagai dari banyak hutan hujan yang berbeda dari Indonesia, yang menampilkan labirin jalan setapak yang mengarah ke kandang burung fantastis. Macaw, flamingo, pelikan, elang, burung beo, dan lebih membuat awan pelangi saat mereka terbang di atas kepala.
Bahkan anda bisa melihat Buaya dari dekat serta sejenis kijang disana.Hnya dengan membayar 20-25ribu Anda dapat melihat satwa satwa menarik ini.

Akses ke Gili Meno dari Pelabuhan Bangsal: 
Perahu Publik dari Harbour Bangsal ke gili Meno bisa menjadi masalah, karena penumpang daftar di loket tiket harus mencapai minimal 20 kepala, jika tidak, anda harus menyewa perahu. Jika Anda bertemu dengan wisatawan lainnya, coba meminta mereka untuk berbagi harga charter perahu.Kebanyakan Boat Publik mungkin pergi sering ke Gili Air dan Gili Trawangan. Jika Anda tidak punya pilihan, bukan piagam perahu sendiri, cobalah tinggal untuk malam di Gili Air atau Gili Trawangan, maka pada keesokan harinya mengambil Pulau Hopping Perahu yang secara teratur meninggalkan dua kali sehari setiap hari di sekitar 9 - 10:00 dan 14:00 - 15:00 AM.

Beberapa Penampakan Satwa Penghuni di Gili Meno Bird Park :

Penampakan Luar Gili Meno Bird Park.
















 





Penampakkan Interior Gili Meno Bird Park:







Beberapa Pemandangan Pantai Gili Meno :









Penampakan Bawah Laut Gili Meno :

Kegiatan Snorkling di Gili Meno