gambar

Minggu, 15 April 2012

Paradise Island Calls Gili Meno

Gili Meno.

Gili Meno, pulau tengah, yang terkecil dari tiga Gili dan itu adalah paling tenang dengan wisatawan lebih sedikit. Sebuah pelarian besar untuk berbulan madu atau seseorang yang ingin pergi dari itu semua.
Fitur khusus pulau adalah danau garam dan tempat menyelam spektakuler seperti, Meno Wall, Sea Point Penyu, dan Point Coral Blue.Pantai di bagian timur pulau ini sangat bagus dan ada snorkling hanya lepas pantai dan lebih ke utara.
Gili Meno memiliki populasi sekitar 300 penduduk setempat. Bagian dalam pulau ini sebagian besar pohon kelapa yang dikelilingi oleh rumput yang disimpan rapi oleh sapi mengunyah malas di tempat teduh. Tidak ada mobil atau sepeda motor di pulau itu, transportasi semua adalah dengan gerobak yang ditarik kuda atau berjalan kaki atau yang biasa  di sebut cidomo. Menyelam itu cukup bagus, apalagi di suguhi oleh pemandangan yg sangat memanjakkan mata yg haus hiburan ini.Peralatan menyelam jg bisa di sewa di sekitar pinggir pantai.
Di Gili Meno, di mana air tawar dikirim dari Lombok, ramah lingkungan praktek tidak pilihan. Ini adalah sebuah kebutuhan.  





Gili Meno Bird Park.
Di pulau Gili Meno, objek wisata baru yang diperkenalkan oleh seorang pengusaha Australia yang tinggal di Bali, dengan ratusan burung tropis berbagai dari banyak hutan hujan yang berbeda dari Indonesia, yang menampilkan labirin jalan setapak yang mengarah ke kandang burung fantastis. Macaw, flamingo, pelikan, elang, burung beo, dan lebih membuat awan pelangi saat mereka terbang di atas kepala.
Bahkan anda bisa melihat Buaya dari dekat serta sejenis kijang disana.Hnya dengan membayar 20-25ribu Anda dapat melihat satwa satwa menarik ini.

Akses ke Gili Meno dari Pelabuhan Bangsal: 
Perahu Publik dari Harbour Bangsal ke gili Meno bisa menjadi masalah, karena penumpang daftar di loket tiket harus mencapai minimal 20 kepala, jika tidak, anda harus menyewa perahu. Jika Anda bertemu dengan wisatawan lainnya, coba meminta mereka untuk berbagi harga charter perahu.Kebanyakan Boat Publik mungkin pergi sering ke Gili Air dan Gili Trawangan. Jika Anda tidak punya pilihan, bukan piagam perahu sendiri, cobalah tinggal untuk malam di Gili Air atau Gili Trawangan, maka pada keesokan harinya mengambil Pulau Hopping Perahu yang secara teratur meninggalkan dua kali sehari setiap hari di sekitar 9 - 10:00 dan 14:00 - 15:00 AM.

Beberapa Penampakan Satwa Penghuni di Gili Meno Bird Park :

Penampakan Luar Gili Meno Bird Park.
















 





Penampakkan Interior Gili Meno Bird Park:







Beberapa Pemandangan Pantai Gili Meno :









Penampakan Bawah Laut Gili Meno :

Kegiatan Snorkling di Gili Meno




Jumat, 23 Maret 2012

Something About Ogoh-Ogoh


  Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu DharmaBhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Parade Ogoh Ogoh Sendiri  merupakan bagian dari acara Tawur Agung Kesanga, yang diadakan dalam rangka merayakan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934, yang jatuh pada 23 Maret 2012.
  Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

  Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di MayapadaSyurga dan Naraka, seperti:naga, gajahgarudaWidyadari, bahkan dewa. Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. Terkait hal ini, ada pula yang berbau politik atau SARA walaupun sebetulnya hal ini menyimpang dari prinsip dasar Ogoh-ogoh. Contohnya Ogoh-ogoh yang menggambarkan seorang teroris.
  Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.
Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung(alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

Ini beberapa Ogoh-ogoh yg sempat tertangkap kamera Ponsel sang owner blog :


 





TUJUAN DAN MANFAAT

  Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai adalah : pertama, menyediakan ruang publik yang dapat mendorong kreatifitas generasi muda yang terhimpun dalam wadah Seka Truna Truni (STT) untuk menyalurkan eskpresi seninya; kedua, merayakan pergantian tahun Caka dan menyambut Tahun Baru Caka 1934 secara tertib dengan semangat kebersamaan; ketiga, menjadikan tradisi Ogoh-Ogoh sebagai salah satu ikon budaya ; keempat, menjadikan tradisi Ogoh-Ogoh sebagai wujud aktifitas kreatif yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis; dan kelima, meningkatkan kualitas penyelenggaraan lomba Ogoh-Ogoh sebagai atraksi wisata sekaligus menunjang program pemerintah di dalam meningkatkan omset kepariwisataan di Kota mataram

  Makna dari ogoh-ogoh adalah patung yang melambangkan Buta Kala diharapkan dapat menetralisir roh-roh jahat yang menguasai alam manusia antara kebaikan dan keburukan yang biasa juga disebut dengan "Balance of the World".
  Prosesi Ogoh-Ogoh merupakan serangkaian dengan upacara Tawur Kesanga adalah sebuah ekspresi kreatif masyarakat Hindu Bali di dalam memaknai perayaan pergantian Tahun Caka. Masyarakat menciptakan Ogoh-Ogoh Bhutakala  sebagai perlambang sifat-sifat negatif yang harus dilebur agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Ogoh-Ogoh Bhutakala yang diciptakan kemudian dihaturkan sesaji “natab caru pabiakalan” sebuah ritual yang bermakna “nyomia”, mengembalikan sifat-sifat Bhutakala ke asalnya.

  Ritual tersebut dilanjutkan dengan prosesi Ogoh-Ogoh, seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mengusung Ogoh-Ogoh mengelilingi jalan-jalan desa/Kota dan mengitari catus pata sebagai simbol siklus sakral perputaran waktu menuju ke pergantian tahun Caka yang baru. Setelah ritual dan prosesi Ngerupuk tersebut Ogoh-Ogoh Bhutakala itupun “di-prelina”, mengembalikan ke asalnya dengan dilebur atau dibakar.
  Terkait dengan upacara Tawur Kesanga dan ritual Ngerupuk tersebut, prosesi Ogoh-Ogoh mengandung dua makna yaitu :
1. mengekspresikan nilai-nilai religius dan ruang-waktu sakral berdasarkan sastra-sastra agama,
2. merupakan karya kreatif yang disalurkan melalui ekspresi keindahan dan kebersamaan.
 Namun di balik kesan yg meriah,Parade Ogoh ogoh memiliki beberapa kekurangan serta kelebihan misalnya:
1.Jalanan yg biasa di adakannya Parade sekali setahun ini akan menjadi jalanan yg di penuhi sampah,tetapi hal itu tak berjalan lama.Setelah acara ini selesai jalanan akan di bersihkan secara seksama oleh pekerja umum.
2.Peserta Ogoh ogoh yg ratusan jumlahnya akan memenuhi jalanan protokol tsb sekitar hampir 3-4 jam demi menunggu di mulainya acara ini&mempertunjukkan kreasi ogoh-ogoh mereka di depan panitia .Hal itu sangat Membosankan apalagi di tambah Panasnya Cuaca saat Siang Hari yg bisa Membakar Kulit (Menurut Pengalaman saya selama ini).Tetapi Kelelahan serta Kepenatan itu terbayar dengan mengarak ogoh-ogoh itu bersama kawan kawan.
3.Semua masyarakat bahkan wisatawan asing & Domestik Tumpah ruah ke jalan protokol untuk menyaksikkan parade sekali setahun ini.Acara ini selalu menarik minat penonton,Ini terlihat dr ramainya masyarakat yg hadir tuk menyaksikkan.Hal ini bisa di jadikan Promosi Wisata Tuk menarik minat berkunjung wisatawan asing demi kemajuan di bidang wisata daerah Mataram khususnya.

  Arak-arakan ogoh-ogoh sering diperlombakan antar banjar. Pada Hari Raya Nyepi semua kegiatan masyarakat Bali yang ada di Lombok ditiadakan. Mereka tidak diperbolehkan bepergian, bekerja, membaca, menyalakan lampu, memasak dll. Hal ini dilakukan dari jam 6 pagi tanggal 23 Maret 2012 sampai jam 6 pagi hari berikutnya (tanggal 24 Maret 2012).
Selamat Tahun Baru Caka 1934.


Ref : Wikipedia Indonesia